Ibu dan Ayah, pernahkah saat belanja di supermarket kita merasa sudah aman karena melihat tulisan “Tanpa Gula Tambahan” atau “Rendah Gula” di bagian depan kemasan jajanan si Kecil?
Niat kita tentu baik: ingin melindungi anak dari bahaya gula berlebih seperti gigi berlubang, obesitas, hingga risiko diabetes dini. Tapi tunggu dulu, ternyata industri makanan punya banyak cara untuk “bersembunyi”.
Saat Ibu membalik kemasan dan membaca komposisi (ingredients), kata “Gula” mungkin tidak tertulis di sana. Namun, coba perhatikan nama-nama asing seperti:
- Maltodekstrin
- Sirup Jagung Tinggi Fruktosa (HFCS)
- Dekstrosa, Fruktosa, atau Sukrosa (semua bahan berakhiran -osa)
- Konsentrat Sari Buah atau Malt Extract
⚠️ Faktanya: Semua nama keren tersebut adalah gula dalam wujud lain! Ketika masuk ke dalam tubuh anak, cara kerjanya persis sama: menaikkan kadar gula darah dengan cepat, membuat anak ketagihan rasa manis (sugar craving), dan jika berlebihan, akan menumpuk menjadi lemak tubuh.